Minggu, 24 Juni 2012

Budaya Indonesia Terklaim lagi oleh Malaysia

Klaim Malaysia terhadap seni budaya bangsa Indonesia kembali mengejutkan masyarakat Indonesia.
Setelah Reog Ponorogo dari Jawa Timur dan tari Pendet dari Bali, kini negeri Jiran itu mengklaim tari Tor-tor dan alat musik Gordang Sambilan.

Kedua kesenian asal Batak, Sumatera Utara itu akan dimasukkan Malaysia sebagai warisan budaya mereka.

Tari Tor-tor ini biasa ditampilkan dengan gerakan berulang-ulang. Tarian ini biasa dibawakan saat acara adat, seperti acara perkawinan. Biasanya ditarikan oleh hadirin termasuk pengantin dan juga para muda-mudi.

Tarian ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia.

Lihat gerakan tarian Tor-tor asal Batak, Sumatera Utara di tautan ini.

Rencana pendaftaran dua kesenian asli Sumatera Utara sebagai warisan budaya Malaysia itu disampaikan langsung oleh Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim.

"Tetapi (pengiktirafan ini) dengan syarat, pertunjukan berkala mesti ditunjukkan, bermakna tarian mestilah ditunjukkan, paluan gendang dipelbagaikan dalam pertunjukan di khalayak ramai," kata Rais seperti dikutip Bernama, 14 Juni 2012.

Mendengar rencana negeri Jiran itu pun, sejumlah kalangan di tanah air kebakaran jenggot.

Anggota Komisi X DPR yang membidangi Pendidikan, Kepemudaan, Olahraga, Kesenian dan Kebudayaan, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio menilai, tari Tor-tor jelas berbeda dengan tradisi kultur Malaysia.

"Tari Tor-tor itu jauh beda dengan karakter kultur yang ada di Malaysia," katanya

Karena itu, dia meminta agar Malaysia menghentikan aksi klaim sepihak atas seni dan budaya bangsa Indonesia.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf menyatakan, klaim yang dilakukan Malaysia terhadap tari Tor-tor dan Gordang Sambilan akan sangat menyakiti hati rakyat Indonesia.

"Karena kita kan wakil dari rakyat, dan yang paling disakiti dalam hal ini adalah rakyat," katanya.

Berbeda dengan Ruhut Sitompul. Politikus asal Sumatera Utara ini tak ambil pusing dengan klaim Malaysia terhadap kesenian daerahnya.

Menurutnya, sikap main klaim itu membuktikan bahwa Malaysia tidak punya jati diri. "Malaysia cuma cari perhatian saja, cari perhatian dunia. Kita banyak kerjaan lain, ngapain negeri se-kecamatan Mampang dipikirin," kata Ruhut.

Politikus dari Partai Demokrat ini menambahkan, klaim Malaysia terhadap tarian asal Sumatera Utara itu justru hanya akan membuat imej Malaysia makin buruk. Bahwa, negeri Jiran itu benar-benar sebagai negeri yang hanya mengakui budaya negeri lain.

"Dunia punya perpustakaan, dunia tahu. Tahu itu kebudayaan asli negeri kita. Malaysia ditertawakan dunia," ucapnya.

Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersilakan langkah Malaysia yang ingin mengembangkan tari Tor-tor dan Gondang Sembilan milik Batak Mandailing, Sumatera Utara. Tetapi bila mengklaimnya, itu tidak dapat dibenarkan.

"Kalau sampai mengklaim, itu tidak dapat dibenarkan atau bahasa diplomatisnya, sangat disayangkan," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ibnu Hamad.

Polemik Tor-tor merebak setelah komunitas Mandailing di Malaysia memohonkan pendaftaran tari tradisional ini ke akta warisan nasional Malaysia. Tujuannya, agar kebudayaan Mandailing setara dengan kebudayaan Jawa, Banjar, Bugis dan Minangkabau yang juga berkembang di Malaysia karena mendapatkan anggaran pemeliharaan
 Tanggapan Malaysia terhadap pengklaiman budaya indonesia
Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara, Parlindungan Purba, menegaskan, Pemerintah Malaysia membantah mengklaim tarian Tor-tor dan Gondang Sambilan sebagai budaya negara itu.

"Malaysia mengaku terjadi kesalahpahaman. Bukan diklaim sebagai budaya negara itu tetapi hanya usulan pencatatan terhadap warisan budaya yang dimiliki komunitas Mandailing di Malaysia, dimana budaya itu merupakan dari Sumatera Utara," katanya. Parlindungan bersama anggota DPD RI utusan Sumut lainnya, Darmayanti Lubis, di Jakarta, mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Malaysia Untuk Indonesia, Dato' Syed Munshe Afdzaruddin untuk mengkonfirmasi dan membahas masalah adanya pengklaiman bahwa Tor-tor dan Gondang Sambilan merupakan budaya Malaysia. Kondisi itu menimbulkan "keributan" di masyarakat Indonesia khususnya di Sumut.
Parlindungan menjelaskan, dalam pertemuan itu, Dato' Syed Munshe mengulang pernyataan Kepala Penerangan Sosial dan Budaya KBRI di Malaysia, Suryana Sastradireja, yang mengatakan bahwa Malaysia tidak bermaksud untuk mengklaim Tor-tor dan Gondang Sambilan menjadi bagian dari budaya Malaysia.
Yang dilakukan oleh komunitas Mandailing yang ada di Malaysia, kata dia, adalah usulan pencatatan terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat suku itu.

Pernyataan Suryana tersebut sendiri diakui Dato' Syed, setelah melakukan komunikasi dengan Menteri Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Dr Rais Yatim dan pimpinan masyarakat Mandailing di Malaysia.

Mengutip pernyataan Dato' Syed, Parlindungan, menyebutkan bahwa pencatatan tersebut hanya untuk memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku di Malaysia.

"Dato' Syed juga menjamin bahwa tidak akan ada tindak lanjut dari pencatatan tersebut, apalagi sampai mencatatkan kedua kebudayaan itu sebagai milik Malaysia ke UNESCO seperti yang disebut-sebut," kata Parlindungann.
Sebagai konsekuensi pencatatan budaya itu, komunitas Mandailing di Malaysia berkewajiban untuk melestarikan budaya tersebut.
Usulan pencatatan yang berasal dari komunitas Mandailing di Malaysia itu sendiri dilakukan karena ingin budaya tersebut diakui sama tinggi dengan budaya lain yang telah dicatatkan sebelumnya seperti budaya Jawa, Bugis, China, Melayu dan lain-lainnya .
Parlindungan menyebutkan, hasil pertemuan dengan pihak Malaysia akan disampaikan resmi ke pihak-pihak terkait dan termasuk ke masyarakat khususnya warga Sumut.
Media massa diharapkan bisa membantu penyebarluasan pernyataan pihak Malaysia agar tidak lagi terjadi polemik berkepanjangan soal Tor-tor dan Gondang Sambilan.




Dan berikut adalah Tari Tor-tor yang di klaim oleh malaysia
 
Pasti Di balik kasus ini, ada hikmahnya dimana semua kalangan harus menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Masyarakat Indonesia harus bangga kalau bangsa lain menyukai budaya Indonesia sekaligus mempromosikannya ke penjuru dunia. Itu adalah bentuk pengakuan bangsa lain asal jangan diklaim menjadi budaya negara lain.Salam Pramuka !!

Langkah Pemuda Dalam Menanggapi Pengklaiman Budaya Indonesia

Budaya Indonesia yang berbagai macam sangatlah menarik perhatian jutaan pasang mata warga dunia. Menarik mungkin jika kita cermati mengenai budaya bangsa Indonesia yang beragam ini,karena entah mengapa warga indonesia yang seharusnya menjaga agar budaya mereka tetap lestari malahan bersikap tak acuh sehingga budaya tersebut mudah luntur. Tengok saja warga asli Indonesia jika ditanya mengenai Bika Ambon sudah pasti yang ada di fikiran mereka bahwa makanan khas Indonesia tersebut berasal dari kota Ambon yang sebenarnya berasal dari kota Medan,Sumatra Utara.
Hal inilah yang sering membuat hati teriris,mengaku warga negara asli,namun tidak tahu apa – apa mengenai budayanya padahal disisi lain Negara lain sedang gencar – gencar nya mendaftarkan budaya mereka ke dalam situs peninggalan budaya negara UNESCO. Dari masalah yang terpapar maka boleh disebut jalan keluar nya adalah pemuda kita. Budaya – budaya Indonesia mungkin pudar juga dikarenakan para pemuda sekarang tidak dikenalkan dengan budaya tanah air mereka. Banyak cara yang dapat dilakukan dan diterapkan kepada pemuda generasi penerus kita agar mereka tidak melupakan budaya bangsa mereka :
1.      Dalam tingkat Keluarga,kenalkan dengan budaya sejak kecil. Kebiasaan para orang tua yang menganggap budaya itu hanya tarian. Padahal budaya Indonesia sangat beragam mulai dari Kuliner,Musik,Pakaian dan berbagai macam. Dengan mengenalkan mereka akan hal tersebut dapat dipastikan mereka tidak akan dengan mudah lupa akan budaya tanah air mereka sendiri.
2.      Dalam tingkat Sekolah,bentuk sistem pendidikan yang mewajibkan pendidikan kebudayaan Indonesia yang diterapkan dengan metode praktek rutin. Bukan hanya dengan sekedar teori belaka. Dengan jenjang waktu pendidikan selama 15 tahun sudah pasti mereka mengerti sampai ke akar – akarnya apakah budaya Indonesia itu dan dengan cara apa mereka melestarikannya.
3.      Dalam bentuk pemerintahan dan kebijakan,perlu diadakannya semacam pentas seni kebudayaan daerah secara rutin sesuai kebudayaan daerahnya masing - masing sehingga budaya seakan menjadi satu dengan darah yang mengalir dalam tubuh rakyat Indonesia.
Dengan menerapkan ke tiga hal yang sudah dijabarkan niscaya budaya yang di klaim tidak akan mungkin ada lagi karena budaya sudah menjadi Indentitas bangsa. Contoh saja tari sufi dari turki yang sudah menjadi identitas negaranya,tidak ada yang ingin mengklaim nya.  Dan menurut penulis disinilah peran Pramuka sebagai wadah pemuda yang berkarakter pemimpin turun tangan. Pramuka yang mencakup berbagai hal bisa menjadi solusi pas mengatasi polemik bangsa ini mengenai budaya. Kegiatan – kegiatan mereka yang sangat Universal sesuai dengan sifatnya dapat dengan mudah mematenkan budaya Indonesia secara tidak langsung.
Oleh karena itu marilah bahu membahu bersama dalam menjadikan Indonesia yang teridentitaskan oleh budaya mereka yang beragam agar tidak ada lagi masalah pengklaiman dari negara – negara lain lagi. Jayalah terus Pramuka Indonesia dan Kobarkan terus kebudayaan bangsa Indonesia. Salam Pramuka!
 

Khasanah Budaya Indonesia "Negeri Tercinta"

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebudayaan indonesia sangat beragam,banyak sekali budaya yang ada diindonesia dan jika kita mau mengenalnya pasti akan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam. Itu pun jika kita mau mengenal dan menghargai Budaya kita sendiri.
Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni: 
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199
 Indonesia terdiri dari ribuan budaya. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut ini beberapa kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya :

Rumah Adat
Kita semua pasti tahu rumah adat Indonesia sangat beragam sekali bentuknya dan masing masing rumah adat menggambarkan kebudayaan daerah tersebut. Rumah adat biasanya di pakai untuk acara acara adat atau untuk tempat musyawarah adat. Rumah adat di Indonesia memang begitu berragam bentuk serta jenisnya dan masing rumah tradisional itu di jadikan rumah adat indonesia .
Dan berikut adalah sebagian rumah adat yang ada di indonesia :

Rumah Adat Maluku

Rumah Adat Maluku

Baileo itu sebutan atau nama dari rumah adat orang Maluku, dengan bentuk bangunan yang besar, material bangunan sebagian besar berbahan dasar kayu, kokoh dengan cukup banyak ornamen, ukiran yang menghiasi seluruh bagian dari rumah tersebut.
Tidak seperti halnya fungsi rumah adat pada suku-suku lain di Indonesia, Baileo atau sebutan harfiahnya Balai, merupakan rumah yang di bangun dengan tujuan yang berbeda, bukan sebagai rumah untuk dihuni atau rumah tinggal, melainkan bangunan yang berfungsi untuk Landmark suatu desa bagi orang-orang Maluku (rumah yang di gunakan sebagai tempat kegiatan atau upacara adat bagi warga kampung).

Rumah Adat Suku Mentawai

rumah adat suku mentawai
 Masyarakat Mentawai bersifat patrinial dan kehidupan sosialnya dalam suku tersebut. Struktur sosial tradisional adalah kebersamaan, mereka tinggal di rumah besar yang disebut juga “uma” yang berada di tanah-tanah suku. Seluruh makanan, hasil hutan dan pekerjaan dibagi dalam satu uma. Rumah tradisional / adat suku Mentawai masih banyak kita di jumpai di kabupaten Kepulauan Mentawai, provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Uma biasanya dihuni oleh 5 hingga 7 kepala keluarga dari keturunan yang sama. Satu diantaranya anggota yang tinggal dalam sebuah rumah disebut Sikerei. Sikerei itulah yang oleh suku Mentawai dianggap sebagai tetua. Uma menjadi pusat kehidupan bagi suku Mentawai. Di dalam Uma itulah, suku Mentawai tinggal, menyelenggarakan pertemuan dan melaksanakan berbagai macam acara adat, seperti penikahan. Uma juga menjadi tempat untuk menyembuhkan anggota keluarga jika ada yang sakit.

Rumah Adat Suku Baduy

Rumah bagi masyarakat Baduy dalam (kejeroan), di Banten, Jawa Barat. Tidak sekedar tempat tinggal. Ada nilai Filosofi yang di yakini sebagai kepercayaan nenek moyang mereka. Itu sebabnya membangun rumah tidak boleh sembarangan.

KAWASAN Baduy Dalam seperti daerah Kenekes, diyakini sebagai pusat alam semesta. Karena itu, tanah di sana pantang di olah dengan cangkul. Malah, jika tanah yang digunakan untuk membangun rumah tidak rata, mereka tidak mau meratakannya. Rumah tetap didirikan disitu. Caranya tiang-tiang rumah disesuiakan dengan kondosi tanah. Hasilna tentu tiang- tiang yang tidak sama tinggi.

Rumah panggung merupakan cirri khas masyarakat Baduy Dalam. Ini erat kaitannya dengan kepercayaan, rumah itu memiliki kekuatan netral. Terletak antara dunia bawah dan dunia atas. Rumah yang di bangun tidak boleh langsung menyentuh tanah. Tiang- tiang kolong rumah harus di beri alas batu atau umpak.

Tarian

Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.
Dan Berikut adalah sebagian tarian yang ada diindonesia :

  Tari Kecak

Tari Kecak Bali 300x220 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia

Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.

 Tari Kipas

Tari Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.
Tari Piring 

Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.

Musik

Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali
Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri. Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut.
Berikut adalah beberapa contoh musik/alat musik yang ada di Indonesia :

Angklung


Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Gong

Gong merupakan sebuah alat musik pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Gong ini digunakan untuk alat musik tradisional. Saat ini tidak banyak lagi perajin gong seperti ini.
Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis. Di Korea Selatan disebut juga Kkwaenggwari. Tetapi kkwaenggwari yang terbuat dari logam berwarna kuningan ini dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara memegang kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus, karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume suara denting yang dihasilkan.

Sasando
 
Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.
Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

Makanan

Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.
Dan Berikut beberapa makanan yang ada di Indonesia :

Rendang 
 Rendang daging sapi asli Padang.JPG

Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.

Soto Betawi
 

Soto Betawi merupakan soto yang populer di daerah Jakarta. Seperti halnya soto Madura dan soto sulung, soto Betawi juga menggunakan jeroan. Selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati.
  
Betapa indahnya Kebudayaan yang ada di indonesia, Jaga,cintailah,dan lestarikan budaya kita jangan sampai lupa . SALAM PRAMUKA !!!